Facebook Badge

Sabtu, 18 Januari 2014

Cerita siswa kecil ku

Hari ini tanggal 16 januari 2014, halmahera selatan. Hari ketiga ku mengajar aktif di sekolah. Flashback setelah menyelesaikan proyek pertamaku yaitu lomba peringatan maulid nabi dengan para remaja desa, aku bertekad untuk menyeimbangkan tugasku kembali sebagai guru sekolah dasar disini. Bagiku murid adalah unsur terpenting dalam proses transfer ilmu. Tanpa siswa maka sekolah ibarat suatu susunan kalimat sempurna yang hanya memiliki subjek dan predikat saja tanpa ada unsur objek di dalamnya. Kembali lagi ke topik beberapa kejadian sekolah dan siswaku, harus aku akui bahwa beberapa hari yang lalu aku masih menyianyakan waktu kedatanganku ke sekolah, aku hanya bersantai dengan secangkir teh dan kue pagi di rumah tanpa mencoba menerka apakah murid-muridku sudah masuk ke sekolah dengan tepat waktu. Hingga hari ini tiba, kaki ku tersentak terbangun dan melangkah lebih cepat untuk keluar rumah. Pagi sebelumnya di sekolah aku merasa amat kecewa dengan diriku karena banyak siswa yang belum hadir ke sekolah terutama karena alasan mengkuti rangkaian lomba yang remaja dan aku adakan di desa kami. Aku sangat merasa gagal saat itu, apalagi sang kepala sekolah memberikan pernyataan agar aku mampu mengajak anak-anak pergi ke sekolah dengan tepat waktu atau kalau bahasa maluku utaranya “so sampai tempo kiturang bersekolah”. Pagi ini ku jemput mereka satu persatu di rumahnya, bertegur sapa dengan para orangtua, mencoba mengingat satu persatau lokasi rumah siswa-siswa kecilku, dan mengingat nama panggilan mereka di rumah dan di sekolah yang berbeda, hahahha ^__^. 


Memang aku seperti orang cuek sebelumnya hanya sekedar tau anak-anak yang tinggal berdampingan dengan rumahku saja, dan memang aku jujur dengan kurangnya interaksiku dengan orang tua lainnya. Dengan memulai menyapa tetangga, beberapa langkah menuju ke rumah siswaku ada si kecil Sani kelas III, di depan rumah ada si kecil Jul kelas I, kemudian aku berjalan dan menyapa pagi rumah iswandi dan yanti dan siswa lainnya.
Hingga di satu titik rumah, di rumah terakhir aku menemukan dua cerita yang sangat menyentuku hari ini. Setelah mempersuasi siswa untuk bersemangat ke sekolah akhirnya aku merasa terpukul saat metode ini tak bisa ku terapkan ke siswa yang aku miliki sendiri yaitu siswa laki-laki kecilku kelas III bernama Kevin. Ku lihat dari jauh dia sudah berpakaian rapi dengan tas di bahunya untuk turun ke sekolah, tapi saat ia melihatku ia menangkap signal bahwa aku akan memarahinya karena belum pergi bersekolah, hingga akhirnya ia pergi dan kembali lagi ke pohon mangga bersama seorang teman SLTP yang menemaninya pagi itu. Ku coba untuk bertemunya secara langsung, tapi apa daya ia hanya berlari dan bersembunyi di semak rumput hutan dan tak menjawab sapaanku padanya. Bagiku itu hanya sesuatu permulaan dimana aku harus memiliki banya effort untuk lebih memahaminya dan mengajaknya untuk tetap bersekolah daripada hanya sekedar mencari mangga. Ku coba untuk berinteraksi jauh darinya dengan mengatakan bahwa “kalau kevin ke sekolah kita membuat sebuah permainan baru di sekolah”. 


Namun, kevin hanya menjawab dengan senyuman tanpa perkataan iya. Ku ayunkan langkah untuk turun saja ke sekolah dan siapa menyangka nenek kevin menyapaku di pertengahan jalan. Ya, aku bertemu dengan nenek kevin. Dan siapa menyangka dalam waktu sesingkat pertemuan di tengah jalan itu nenek bercerita bagaimana ia mencoba mendidik cucunya agar tetap belajar dan bersekolah walaupun ia sendiri disibukkan dengan pekerjaan kebun yang tak kunjung usai hingga sore hari. Bagiku nenek kevin merupakan peran besar dalam mendidik kevin sejak orangtua kevin berpisah. Tapi diakhir cerita nenek mengutarakan bahwa terkadang ia selelu memukul kevin jika kevin berbohong dan tidak mau belajar. Baginya anak maluku memang haru dipukul dan dihukum fisik jika mereka bandel hingga akhirnya memukul menjadi unsur penting dalam metode pengasuhan orang tua di Halsel. Kembali ke kevin, memang sering berulah dengan kenakalannya, ia kerap berkata bahwa ia sering mengaji ke rumah seoarang guru di daerah “Lao” yang kalau diartikan ke daerah bawah desa, namun kenyataannya kevin bermain dan malah asik mencari mangga di kebun daripada mengaji. Aku mencoba mengajak nenek untuk lebih memahami kevin sebagai anak kecil dan tak seharusnya ia selalu memberikan hukuman fisik ke kevin dan aku malah mencoba mengajak nenek untuk mencari hal lain yang bisa membuat kevin tidak mengulang perbuatannya, seperti tidak diberikan uang jajan atau tidak boleh keluar rumah jika ia tetap tidak bersekolah atau malas belajar. Hari ini aku memang gagal membujuk si kecil kevin untuk masuk ke ruangan kelas di atas itu, aku gagal meyakinkannya bahwa belajar itu menyenangkan dan lebih asik daripada sekedar mencari mangga di hutan. Satu pelajaran untuk refleksi diri ku hari ini, memang saat ini aku belum bisa mengajaknya untuk mengikuti pelajaran di kelas tapi paling tidak aku sudah menunjukkan kepada kevin bahwa aku adalah guru yang mengetahui kesenangannya di luar jam pelajaran, guru yang mau berkeliling hutan desa untuk mencarinya demi memberikan secercah ilmu hari ini.



Dua hari berlalu, sekarang adalah hari sabtu tanggal 19 januari. Hari ini aku berencana melakukan kegiatan pramuka bersama anak-anak. Beberapa kelas hari ini memang tidak memiliki jadwal pelajaran, namun sebaliknya kelas lima dan kelas tingkat bawah, mereka belajar beberapa pelajaran hari ini. Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan kegiatan pramuka saat semua kelas telah selesai pelajaran. Tepat pukul 11.00 WIT, aku mengajak anak-anak untuk berlatih upacara pramuka, dengan mempersiapkan pasukan pemimpin upacara, pembaca Dwi satya dan pasukan pembawa bendera. Aku menjadi pembina upacara. Sulit ternyata mengatur siswa-siswa dari berbagai kelas itu, aku memberikan instruksi untuk membuat lingaidkran besar namun masih ada saja yang keluar dari lingkaran kemudian masuk kembali seakan mereka tida merespon serius makna dari sebuah "upacara". Aku mencoba untuk memberikan pengarahan bahwa siapa yang ingin bergabung untuk belajar pramuka hari ini maka tidak bisa keluar masuk lingkaran sesuka hati mereka. Dan hingga akhirnya ada beberapa siswa yang mengambil keputusan untuk keluar dan aku tetap semangat melanjutkan upacara. 




Selesai upacara saatnya aku mengajak anak-anak bermain berbagai permainan, dan saat itulah aku melihat kevin. Kevin ada disana ?! aku tak melihatnya saat melakukan proses upacara. Ya, kevin hadir dan ikut bergabung dalam permainan "Patung pancoran" dan "Komunikata". Ia tertawa padaku, menyapaku dan berkata aku senang main permainan ini. Dan satu hal lagi, ia menunjukkan suatu hal kepadaku. Ia berkata bahwa kemarin ia jatuh dari pohon mangga dan ia ingin aku mengobatinya dengan kotak P3K yang kupunya di tas.

Aku senang kevin ada disini, dia hadir dan menyapaku walaupun itu tak di kelas. Bagiku lapangan ini juga tempat ia belajar, dan tempat aku belajar untuk lebih mengenalnya. Yang aku tau kevin adalah anak yang pintar dan sering memperoleh juara. Aku sebagai gurunya akan tetap meningkatkan semangat dan prestasinya. Kevin "terima kasih, telah hadir dan mempercayai ibu mengobati lukamu".

To be continued “Cerita-cerita anak-anaku di halmahera”

Minggu, 12 Januari 2014

Ini desa dan kampung ketigaku "PAPALOANG" Halmahera Selatan


Ini desaku baruku, penyambutan penuh makna dengan senyuman mereka. 
Let's say "Welcome to Papaloang Ibu Siti"





Senin, 06 Januari 2014

Camp Indonesia Mengajar

IT"S ABOUT DEPLOYMENT ANNOUNCEMENT

Hari yang amat ditunggu semua CPM pastinya,,, apa itu? Ya, hari pengumuman penempatan. Kami pagi ini akan menerima surat penempatan daerah, sungguh seperti mimpi baru dua minggu disini ternyata tak terasa ini minggu ketiga dan hari itu tiba. Tak ada yang terlambat berkumpul di pagi itu, semua tertawa bersama menyanyikan lagu “Love” dan tarian “Papatomopapa” ala india bersama. Tak terpancar ku lihat aura kecemasan dan ketegangan dari sudut mata dan postur tubuh kami semua. Menunuju detik itu kami saling melakukan refleksi diri, flashback kembali bagaimana kami bisa mendaftar "Indonesia Mengajar" dan sampai menjadi keluarga besar disini, sungguh itu amat menyayat hati dan membuyar pikiran dan membendungkan air mata. 
Yah,, sebentar lagi kami akan menerima surat itu, satu persatu nama kami disebut , dan aku berkumpul bersama 8 anggota tim yang akan bersama melewati satu tahun itu, satu tahun luar biasa menjadi guru di negeri ini. Ya,, aku dan teman satu tim akan bersama di Halmahera Selatan. Yah,,, ujung negeri ini telah menungguku, aku yang berasal dari ujung barat akan berlabuh ke ujung timur negeri ini. Terima kasih Indonesia Mengajar, sebentar lagi kau akan memperkenalkan aku satu sisi terbaik negeri ini, tempat yang penuh keceriaan, kehangatan dan semangat para siswa disana. Halmahera Selatan 4 minggu lagi kami akan datang menginjakkan kaki di pasir pantai, meniup aura laut, dan menyentuh dedaunan kelapa serta menyebar benih yang telah kami persiapkan selama 7 minggu ini untuk mereka yang menunggu kami disana.

Oh yah hari ini kami juga,,, Yeh,,, We have finished our First mission CPM 7. Alhamdulilah aku dan teman-teman CPM 7 berhasil menyelasikan satu tugas amanah kami dalam training di ITCC ini. Kami melaksanakan sebuah kegiatan untuk anak-anak SD se-jatiluhur  Jawa Barat sebanyak 200 anak. Kebanyang ga sih? Hahahha,,, seru banget bekerjasama dengan para pemuda-pemudi terbaik bangsa ini. Yah,, walaupun aku sebagai koordinator konsumsi belum bisa dikatakan berhasil tapi aku yakin bahwa ini semua proses aku belajar banyak untuk berkoordinasi dengan anggota lain yaitu teman yang lain. Terima kasih CPM 7 telah mengajarkan ku banyak hal, tanpa kalian mungkin aku tak bisa mengasah diriku menjadi pribadi pemimpin ke depan.

Jumat, 26 April 2013

Every Children Is Special Children "As Like U and Me"

Children was born for Being a Happy Person, a Special Person and a Proudy Person for their Surroundings.
As LIke U And Me, We come growth up from children like all children in this world.  No Matter what kind of ur physical or psychis now, it's just a special thing that God's Gift and U have to Save it And Make it become ur Uniqely Characteristics ^^



This Picture is on of My Therapist Child, He was 9 years old with Mental Intelligence disability Namely "Down Syndrome",
Since I become Asistant therapy, I was surprised when I know he wanna study with A Puppet Doll that he called "Gery" I take a some photo with him ,, U can see How happy his face to take the picture with his favorite Puppet doll that always company him during his study in Children Development Center.

The other my cute child in therapist,,


And this my naughty and handsome child that I ever seen,, He also very attracted to see the camera, And once infomation from him, He ever become the favorite consisatant of Modeling competition in Party of My campus event for special child who stay from Medan,, Two thumbs up for Him,, I proudly See his talent, wish u become A gergous Model in the future. ^^


This also my cute boy,, Although he is one of chil with PDD syndrome but he really interesting with alphabet and Numberist,,, He always like game about number and u can"t distrub him when he played that game,, Really miss him,,


This is my boy with PDD and ADD syndrome,, But U must know,, he really like to kiss everyone in therapist,, Wkkkkwkk,, I like his smile , the little smile that makes ur world more wonderful than before ^^








Did u ever hold and huge with many special child?
Did u know they have many talents more than normal child?

They born because they like sweet candies in this world,, Hold and give a huge with them Wanna makes ur Life more Lovely and Sweety, becasuse from their smile u will found the meaning to gratitude in Ur life,, The world is Special for ALL SPECIAL Children ^^

Rabu, 24 Oktober 2012

Hobby foto jalan2 berujung ke Bakat foto

Ini deh beberapa hasil foto "traveling" aku di salah satu daerah hutan tropis dan tempat libur di Sumatera Utara.

In the fact.. Propinsi Sumatera Utara really have many potention view and great place, yang pastinya ga kalah ama tempat traveling lainnya kayak Irian jaya, Bali, Lombok, atau Jawa dan juga berbagai tempat wisata dunia.

Look! foto hasil jepretan aku dgn Sony Camdig 1800, dari hobby ngefoto akhirnya temen-temen seneng hasil jepretanku dan suka traveling bareng aku.

Ini salah satu view di daerah Tangkahan gunung Loser salah satu Hutan yang memiliki wisata dengan se-gudang Habitatnya terutama Gajah. Lihat aja deh wisatawan luar pada sering datang saat weekend atau holiday kesini hanya spesial naik gajah keliling hutan gunung Loser.










Hasil fotonya yah masih amatiran sih, Hahaha
Tapi aku senang bisa dokumentasi suatu hal, karena setiap moment itu unik.
Dan aku bangga punya bakat visual yang baik (agak sombong memang anaknya)
So, please kasih komentar buat fotonya yah !

Visit Sumut
Sumut is wonderful place ever !! ^___^

Kamis, 17 November 2011

SHARING ALUMNI

Ada beberapa pertanyaan mendasar yang menjadi topik penting dalam menjawab seputar hal mengenai "Konselor Sekolah"


"Apa sebenarnya konseling sekolah?"
Pertanyaan ini di pisah oleh dua kata "konseling" dan "sekolah", bila kita amati maka konseling memiliki makna sebgai membantu dan mengarahkan, sedangkan sekolah meruapkan tempat khusus yang memfasilitasi proses belajar mengajar baik itu sekolah formal mapun informal seperti bimbingan tes dan lainnya. Jadi dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya konseling sekolah yaitu proses membantu, menagrahkan dan membimbing siswa dalam menghadapi permasalahan kehidupannya dengan teknik verbal-dan non-verbal konseling dan juga menggunakan metode berbagai konsleing untuk menjadi layanan dalam membuka pandangan, sikap maupun prilaku siswa  terhadap permasalahan yang ia hadapi, namun perlu diingat bahwa keputusan dari hasil konseling merupakan hasil buah pikiran dari siswa sendiri dan pihak profesional hanya membantu untuk mengarahkannya alternatif dan gambaran dari permasalahan yang siswa hadapi.

"Siapa sebenarnya yang cocok menjadi pembimbing konseling di sekolah?"
Pertanyaan ini mengasah pikiran kami semua bahwa sarjana psikologi  yang pantas untuk menjadi pembimbing bimbingan dan konseling di sekolah. namun yang paling penting bahwa "School counselor" yaitu para profesional yang sudah berkompeten dan terlatih dalam hal konseling dan memilki sertifikasi dalam hal konseling.

"Peluang kerja konselor?"
Peluang kerja konselor sangat banyak , terutama saat ini di kota medan sendiri hanya 3-5 sekolah yang sudah menerapkan adanya program layanan bimbingan dan konseling disekolahnya dnegan menggunakan ahli profesional yaitu konselor sekolah. karenanya, jangan perlu takut, bahwa peluang kerja ini snagat diminati baik itu dari pendidikan bawah  seperti  taman kanak-kanak hingga tingkat perguruan tinggi. Jadi jabatan konselor sekolah ini sebanrnya sangat menjanjikan terutama bagi individu yang sangat mencintai dan ingin berdedikasi terhadap dunia pendidikan.

"Kelemahan konselor sekolah?"
Salah satunya adalah seringnya jabatan konselor sekolah diisi oleh para guru yang sudah tidak relavan utnuk melakukan proses belajar mengajar lagi maka masuk sebagai konselor sekolah. Hal ini yangs ungguh menjadi salahs atu fenomena di sekolah negri kita saat ini dan menjadikelamahan akan pelayanan program  bimbingan dan konsleing di sekolah. Kemudian saat ini orang selalu berpekir bahwa konselor selalu berurusan layaknya polisi sekolah dengan emnghukum anank-anak yang terlambat, nakal dan sebagainya, padahal dari struktural maka seharusnya para staf BP yang menyaring permasalahan yang dihadapi siswa kemudian saat masalah itu harus diselesaikan secara intens dan individula maka akan diberikan kepada konselor sekolah. Namun, saat ini hal itu jarang dan mungkin tidak terjadi di sekolah-sekolah kita.

Dan saat ini jika meninjau dari hasil di lapangan, bahwa seharusnya melihat permasalahan bahwa konselor sekolah yang efektif idealnya ia harus menghandle atau mengawasi 50 siswa, maka seharusnya layanan bimingan dan konseling di sekolah menyedikan lebih dari satu konselor sekolah sehinnga dpat mengurangi kekurangan dari permasalahan mengenai bimbingan dan konsleing saat ini.

MENU BLOG SITI

Daftar Blog Saya

Followers