Facebook Badge

Jumat, 15 April 2016

Apakah ini mimpi, wahai sang cahaya ?

Sumber : google

Sang cahaya

Sang cahaya sinar tertutup awan ciptaanMu
Saat itupula manusia melihat akhir dari sebuah hari
Hari yang mulai akan berganti
Terlelap sedikit demi sedikit 
Manusia mulai memejamkan mata
Mata yang tertutup dan terpejam 
Terbawa ke dalam suatu dunia berbeda
Mimpi membawa manusia kepada dunia mimpi
Disana mereka melihat dan mengalami 
Disana mereka bisa melakukan apa saja yang mereka ingini
Mimpikanlah mimpi tanpa batasmu
Karna disana kau tak akan merasakan kepahitan akan kenyataan
Bermimpilah selagi kau hanya bisa melakukannya di mimpi
Jika sang cahaya sinar mulai bersinar
Akhiri mimpimu 
Karna sang cahaya hanya bisa menemanimu di dunia nyata


Mimpi?

Apa bagimu makna sebuah mimpi?

Apa kau pernah tau bahwa kau hanya hidup di dunia mimpi?

Sebuah pertanyaan yang sedang aku tafsirkan malam ini. Sebuah pertanyaan dari rasa kekhawatiran yang kian memuncak. Mimpi dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang terlihat atau dialami dalam mimpi. Kata terlihat dan dialami adalah sebuah bentuk konkrit dari sebuah prilaku. Tetapi terlihat dan dialami ini perlu ku ulangi kembali hanya terjadi dalam mimpi. Mimpi. Sekali lagi mimpi.

Kali ini aku ingin menceritakan mimpi-mimpiku dan sang cahaya

Saat ini aku acap kali melakukan sesuatu hal yang nyata namun aku tak tau ini sepertinya mimpi yang hanya terbawa ke dunia ini. Aku bermimpi ini, aku bermimpi itu namun aku tak sadar bahwa aku hidup di dunia sang cahaya yaitu dunia nyata. 

Ingin sekali rasanya menangisi mimpi ini, tapi aku bingung kenapa harus aku tangisi ia. Padahal aku sudah tau ini hanya mimpi dan tak perlu aku takutkan. Ingin rasanya mengatakan pada sang cahaya bahwa aku benar-benar ingin membawa mimpiku ke sini, ke dunianya. 

Aku sangat takut untuk kehilangan mimpi-mimpiku. Mimpi- mimpi yang selalu aku bawa ke dunia nyata ini. Sungguh tak ada seorangpun yang bisa mendengarkan mimpi-mimpiku ini. Tak terkecuali keluarga sekalipun. Sungguh aku ingin menghilang bersama mimpi-mimpi ini. Hilang seperti sang cahaya yang hilang sesaat disembunyikan kegelapan malam. Sungguh sakit rasanya membawa mimpi-mimpi ini didalam pikiranku. Rasanya aku seperti tak mau bermimpi lagi. Tak mau memilikinya lagi dan aku mau terlahir kembali. Sungguh mimpi-mimpi ini sangat menyayat hati, jiwa dan air mata. Sungguh aku tak suka ini semua terjadi. Aku selalu saja hidup di dunia mimpi ini. 

Ya, hingga suatu kali aku hanya tau bahwa hanya Allah yang maha mengetahui segala hal dalam setiap mimpi-mimpi ini. Hanya Ia yang bisa mendengarkanku. Hanya ia yang selalu bisa menemaniku. Sungguh aku sangat ingin berbagi mimpi-mimpiku denganNya. Hanya denganNya.

Aku tak mau orang-orang disekitarku terbebani mimpi-mimpiku ini. Sungguh aku mau mengatasinya sendiri. Sungguh aku mau mimpi-mimpi ini hanya menyakitiku tapi tak menyakiti orang lain. Angan, khayal, cita, cinta dan harapan adalah berbagai rangkaian mimpi-mimpiku. Aku tak tau kapan aku bisa sadar dan terbangun akan mimpi-mimpi ini. Berhentilah waktu. Berhentilah memberi mimpi-mimpi lagi. Berhentilah aku di mimpi-mimpi ini. Sungguh ini amat menyakitkan. Sungguh aku tak sanggup memikulnya sendiri. Sungguh aku tak mau seperti ini. Sungguh aku ingin dibangunkan dari mimpi-mimpi ini. 

Aku mau sendiri. Aku mau diriku sendiri. Menghapus mimpi. Dan menghadapi sang cahaya nyata. Tertidur tanpa rangkaian mimpi. Hanya tertidur untuk mengistirahatkan ragawi. Bukan untuk mengalami mimpi-mimpi dan mimpi-mimpi lagi. 

Inginku matikan sakral mimpi dalam alam bawa sadar ini. Inginku matikan tombol keinginan indah yang hanya terjadi dalam mimpi ini. Ingin ku hidupka selalu alarm anti mimpi-mimpi ini dikala aku terjaga. 

Sang cahaya tetaplah bersamaku hingga kau menyapa. Tetaplah bersamaku dikala mimpi-mimpi sudah tak ku anggap ada. Tetaplah bersamaku dikala aku tak ingin bermimpi. Buatlah aku melihat dan mengalami segala hal yang bisa aku sentuh, aku raba, bisa aku rangkul. Buatlah aku selalu terjaga dalam dunia yang bisa aku tapak, bisa aku hirup dan bisa aku genggam. Hapuskanlah mimpi yang tak akan mungkin bisa aku sentuh, yang bisa aku raba, yang bisa aku rangkul. Hapuskanlah dalam hidupku. Agar aku bisa memulai sesuatu yang lebih nyata. Sesuatu yang tak akan sakit untuk aku hadapi di dunia nyata. 

Ingatkanku bahwa ia hanya mimpi-mimpi. Apapun bentuknya mimpi akan tetap menjadi mimpi.

Sungguh aku tak mau hidup di dalam dunia mimpi.

Rabu, 06 April 2016

Jadi Caregiver untuk keluarga yang sakit, Aku harus gimana ya?

Sumber : Google Picture

"Dukungan sosial secara fisik terbukti meningkatkan rentang hidup seorang penderita penyakit kronis sekalipun"

Sumber : Google Picture

Ya, saya pernah membaca argumen tersebut dalam beberapa literatur saat saya mengambil mata kuliah psikologi kesehatan di jenjang strata satu (S1) lalu. Memang benar attachment alias kedekatan secara fisik tak bisa dibohongi saat mempengaruhi semangat hidup alias daya juang hidup seseorang. Beberapa hasil penelitian teman sejawat di kampus dulu juga banyak menuturkan hal tersebut. Keluarga merupakan faktor utama cepatnya proses penyembuhan seorang pasien penyakit kronis. Saya juga saat ini sebenarnya sedang dihadapkan pada situasi dimana kakak dari ibu saya sedang sakit dan sangat membutuhkan dukungan fisik dari orang-orang terdekat.Walaupun baru beberapa hari menjaga si tante namun saya bisa memberikan beberapa hal yang mungkin bisa membantu kamu yang sedang dalam keadaan ini juga. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mereka :

1. Hal pertama "ingat bahwa kamu bukanlah tim medis, perawat, dokter ataupun dokter spesialis sekalipun" 
Karenanya kamu tidak perlu membahas diagnosa kepada pasien yang kamu temani. Ajaklah mereka mengenang cerita-cerita menyenangkan dan lucu yang membuat mereka melupakan keadaan mereka saat ini.

2. Hal kedua "lakukan semua permintaan yang diinginkan oleh keluargamu yang sakit tersebut"
Mungkin jika kamu masih dalam rentang usia muda menjadi caregiver alias penjaga adalah hal yang mungkin sangat diluar dari logikamu. Mungkin kamu akan sering mengeluh dan banyak menunjukkan eksperesi jengkel dengan segala permintaan si keluargamu yang sakit. Misalnya dia ingin minum dengan sedotan padahal masih bisa minum langsung tapi mau ga mau kamu harus cari sedotan. Bisa minta bantuan ama perawat di setiap lantai kenapa ga. Atau si keluarga yang sakit ingin makan sesuatu apa dan kebetulan tidak disediakan di rumah sakit maka kamu harus bertanya pada perawat dan jika diijinkan belikan saja dan biarkan ia mencicipinya walaupun satu sendok saja.

3. Hal ketiga "selalu ajak dia berkomunikasi dengan keluarga lainnya"
Sekarang tuh uda ada berbagai aplikasi yang bisa mempermudah akses komunikasi kita. Ada video call ataupun free call yang pastinya bisa membuat orang-orang jauh dari si pasien berasa semakin dekat dengan pasien dan otomatis ini jadi faktor buat dia semangat menjalani fase pengobatan karna dia tau bahwa DIA SEDANG DIRINDUKAN OLEH BANYAK ORANG.

4. Hal keempat " kamu juga jangan sampai harus kehilangan waktu me time kamu"
Misalnya saat pasien tidur ya kamu sebaiknya juga istirahat atau misalnya saat pasien sedang tidur karna pengaruh obat maka kamu bisa mencuri waktu berkomunikasi dengan teman ataupu pacar kamu. Kamu juga bisa tetap menyelesaikan skor game online kamu jika memang ada waktu dimana kamu bisa free dan bisa me time ama dirimu sendiri. Sekedar turun ke kantin atau supermarket terdekat buat beli minuman segar atau es krim bisa tetap kamu nikmati kok.

5. Hal kelima "sentuhan fisik jika dibutuhkan"
Jika misalnya kamu sangat merasa tidak tahan melihat kondisi pasien kamu bisa saja selalu memberikan pelukan kepadanya saat ia bangun tidur atau sebelum tidur atau saat sebelum dokter melakukan tahapan pengobatan lainnya. Pelukan dan pegangan yang erat saat masa-masa kritis sangat dibutuhkan oleh pasien loh. Karenanya jangan ragu untuk melakukan sentuhan fisik. Lupakan karna kondisi pasien yang mungkin belum mandi dan ada bau dari obat-obatan. Yakinlah bahwa kehadiranmu di saat masa seperti ini adalah hal terpenting untuk ia tetap berjuang hidup kedepan.

Sedikit curcol dari saya dan semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman usia muda yang akan dan mungkin sedang dalam kondisi harus menjaga keluarga yang sedang mengalami penyakit kronis dan mengharuskan stay di rumah sakit dalam rentang waktu yang lama.

Tapi yakinlah bahwa setiap penyakit ada obatnya. Berdoa dan berserah diri pada yang kuasa adalah hal yang bisa kita andalkan saat kondisi ini.

Happy for being caregiver guys 

Senin, 21 Maret 2016

Sendiri itu lebih baik


Berkeliling, melihat dan menginjakkan kaki di tempat baru walaupun hanya satu jam adalah hal yang sangat aku senangi. Berkelana sendiri dengan umur se-usia ini memang terkadang menjadi pertanyaan berbagai kalangan keluarga, sahabat, teman kerja dan juga orang lain.

"Rahmah, kapan kita dapat baju panitia dari nikahan kamu?" Begitulah ungkapan dari sanak saudara jika berkumpul di suatu acara misalnya.

Sungguh aku selalu menjawab dengan senyuman setiap pertanyaan mereka. Aku pribadi juga kadang tertawa dengan diriku sendiri kenapa ya masih suka banget jalan sendiri seusia ini. Mari para cewek yang masih single kita tertawa sebanyak mungkin karena hanya tertawa dan menjawab semua pertanyaan dengan lelucon adalah skill yang harus kita miliki sekarang. Usia 26 ini dan masih memutuskan untuk melanjutkan kuliah magister di salah satu kampus negeri ini menjadikan orang-orang di sekitar saya pun tak henti-hentinya menggelengkan kepala dengan keputusan saya ini.

"Mau usia berapa nikah?" Begitulah kurang lebih ucapan mereka.

Lagi dan lagi saya hanya menjawabnya dengan lelucon dan senyuman ter-manis yang saya miliki karena konon kata orang saya punya senyuman manis yang membuat setiap orang akan senang melihatnya dibandingkan saya berbicara *narsis sedikit boleh ya. Kalau saya ulur cerita cinta saya sudah hampir tiga tahun sepertinya saya terakhir kali menjalin hubungan dengan seorang pria *noted pria ya, tenang saya masih normal kok. Kemudian selesai kuliah saya memutuskan bekerja dan setelah itu saya pun mendapatkan pekerjaan yang selalu berada diluar daerah asal saya maka jadilah saya menikmati setiap tempat baru di negeri ini. Hingga akhirnya saya pun tahun ini masih tetap memutuskan untuk melanjutkan sekolah di luar kota kelahiran saya dan keluar dari pekerjaan karena juga masih ingin memenuhi hasrat berkelana ini. Dan jadilah saya masih bersekolah di ibukota negeri ini. 

Jujur, Sendiri atau single itu bagi saya adalah sebuah freedom. Dulu kalau saya memiliki hubungan dengan seseorang saya suka diskraktsi dan mengabiskan banyak energi untuk menyeimbangkan cara berpikir dia dan saya. Padahal kalau dipikir apa sih pacaran itu sekarang, ya ampun menghabiskan energi sekali baru saya sadari sekarang. Karenanya saya senang bertemu dengan orang-orang baru saling bertukar cerita tanpa perlu harus takut jatuh hati. 

Bisa dibilang saya mematikan perasaan. Siapa bilang single itu ga punya perasaan dan pandangan untuk menikah. Saya ada, tapi itu dia, saya belum menemukan perasaan itu di dalam peti diri saya. Mungkin hal itu pernah tercecer di gudang dalam diri saya dan saya sedang meraba mencarinya kembali. 

"Ketemu banyak lelaki?" Tentu saja saya ketemu dan berinteraksi dengan banyak lelaki

Banyak ikut kegiatan sosial, di pekerjaan dan juga teman-teman baru tentunya saya sering bertemu banyak laki-laki. Apalagi kalau soal memilah laki-laki sudah pasti keluarga saya sudah berulang kali mencoba memberikan opsi laki-laki pada saya. Namun saya tetap tidak berkeingan mencoba hal tersebut. Bukan maksud untuk memilih teman atau punya kriteria yang tinggi. Namun mungkin selama ini saya melihat diri saya bisa melakukan apapun sehingga terkadang tidak butuh sosok lelaki. Menyetir mobil, mengangkat galon air, membawa tas carrier 60 L atau koper dengan berat 15 kg kemana saja ketika hendak berpergian, pulang ngantor jam 12 malam atau kegiatan yang sebenarnya tak layak dilakukan perempuan pun sudah saya lakukan sendiri. Memang benar saya tipe cewek yang androgini yaitu tipe kepribadian yang bisa melakukan kegiatan maskulin alias kegiatan laki-laki dan juga kegiatan yang bisa dilakukan wanita atau feminism. 

Ya, saya tidak tau hal ini akan berubah sampai kapan. Saya pribadi yakin dengan jodoh yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Namun saya masih meragukan rasa cinta dalam diri saya. Mungkin saat ini saya masih akan fokus ke dalam studi yang sudah saya tentukan. Masih dibiayai oleh orangtua adalah alasan mengapa saya masih ingin berutang budi dengan belajar sebaiknya disini daripada mementingkan tuntutan perkembangan di usia saya yang biasa disebut dengan "Menikah". Hanya ingin menjalankan keinginan terbesar ini dulu setelah ini selesai pun saya masih punya hutang bagaimana membahagiakan orangtua saya tanpa harus membalas materi mereka.

Ya, saya masih memutuskan sendiri. Memutuskan untuk menjaga dan memantaskan diri saya dulu. Siapapun yang ingin mendekat memang saya beri kesempatan namun namanya juga kesempatan pasti ada masa kadarluarsanya alias expired-nya. Saya juga tak yakin para pria itu sabar menunggunya. Malam ini saya sedang berjanji pada diri saya untuk meluruskan niat dan melupakan hasrat duniawi ini. Kalau memang hanya ingin memenuhi kebutuhan seksual maka sudah dari dua atau tiga tahun yang lalu saya menikah. Tapi bukan saya orangnya jika berpikiran seperti itu. Karenanya saya tak mau ter-lena akan setiap pertanyaan orang, akan setiap argumen orang mengenai usia dan pernikahan. Saya yakin dan percaya bahwa jodoh saya sedang menunggu saya. Siapapun dia dan dimanapun dia berada.

Sekarang saya hanya ingin sendiri. Menulis impian saya. Membuatnya menjadi nyata dan berbakti kepada orangtua. Hanya itu keinginan si single satu ini.

Hidup perlu dinikmati dan dijalani bukan hanya selalu dipikirkan.

Kamis, 17 Maret 2016

Es krim bisa memperbaiki mood ?


Baskin robbins-adalah satu brand es krim terbaik di dunia


Apa yang terbesit di pikiranmu ketika mendengar kata Es krim?

Manis?
Dingin?

Lembut?
Lumer di mulut?
Membuat hati senang?
Bisa move on? (oh yang ini jangan sampai baper ya)


Yup, hampir semua komentar orang akan tak jauh berbeda jika mencoba makanan cemilan satu ini.

Tapi pernahkah kamu percaya bahwa es krim bisa membuat suasana hatimu lebih baik?

Atau pernah suatu kali kamu mengandalkan es krim untuk membuatmu semangat kembali beraktifitas?
Saya pribadi adalah orang yang percaya akan hal itu.

Karena saya amat penganut aliran tersebut (aliran pecinta es krim ya guys) maka saya juga semakin penasaran dengan mencari berbagai sumber terpercaya untuk memenuhi hasrat penasaran saya ini.


Ternyata oh ternyata, saya menemukan beberapa hasil penelitian akan hal ini. 


1. Dari hasil teranyar Association for Psychological Science pada hasil penelitian Heather Scherchel Wagner Heather tahun 2014 menemukan bahwa dari hasil eskperimen Wagner beberapa makanan yang diyakini memperbaiki mood seperti coklat atau es krim ternyata tidak memperbaiki mood. Jadi baik es krim, coklat, makanan favorit sekalipun, atau tidak ada makanan sama sekali tidak memperbaiki mood seseorang. 

2. Kemudian dari hasil penasaran dengan seorang teman yang dokter jawabannya adalah tergantung dari kandungan es krim itu sendiri. Kalau es krim biasanya terbuat dari susu sehingga pastinya memberikan vitamin D dan kalsium bagi tubuh kita. Ada juga es krim yang mengandung potongan buah asli yang pastinya juga mengandung berbagai sumber vitamin untuk tubuh kita. 


Baiklah dua argumen dari hasil penasaran saya diatas memang memiliki pro dan kontra satu sama lain. Tapi kita lupakan berbagai hasil penasaran saya diatas. Es krim atau apapun makanan yang memiliki simbol favorit bagi anda adalah sesuatu yang pastinya berhubungan dengan rasa senang dalam diri anda. Mungkin ketika anda melihat kata es krim atau melihat foto es krim anda akan pasti membayangkan hal yang menyenangkan. Oleh karena itu, apapun makanan yang bisa terus tetap membuat mood anda senang maka makanlah makanan tersebut. Mungkin pernyataan ini yang membuat saya tetap percaya bahwa es krim adalah salah satu hal makanan yang selalu menyenangkan ketika dimakan. 

Jadi, apakah es krim bisa memperbaiki mood?
Jawabannya seberapa besar efek yang anda rasakan ketika anda makan es krim atau tidak makan es krim saat dalam kondisi senang atau sedih
Apakah es krim membuat anda lebih baik?
Jika ia, tetap simpan hal tersebut dalam long term memory anda 




Selamat menikmati es krim anda ^_^





Kamis, 22 Oktober 2015

Se-besar apa cintamu pada mereka?

"Salah satu ayat al-quran menjabarkan betapa besar dosa yang akan diperoleh oleh seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya, jangan membantah dengan amarah berkata "ah" saja kepada kedua orangtua maka kau sudah mendurhakan mereka dan juga perintah Allah, niscaya amat pedih siksa neraka itu"

"Cinta orang tua sepanjang masa dan cinta anak hanya sepanjang jala"

Malam ini saya tertegun dan hasilnya berkeinginan menulis sesuatu sebelum mata ini terpejam oleh larutnya malam.
Malam yang sebenarnya adalah milik tuhan dan bukan milik hamba-Nya.
Berbicara mengenai tuhan maka anda juga berbicara mengenai cinta dan kasih tuhan yang tak pernah ada batas dan tak pernah memilih.
Saya pribadi amat yakin dengan kekuatan-Nya.
Kekuatan yang mungkin tak disalurkan langsung oleh tuhan melalui tangan-Nya tapi melalui orang-orang terkasih yang dekat dengan kita.
Saat ini saya sedang menyaksikan kekuatan cinta tuhan saya yaitu Allah SWT.
Keluarga saya saat ini sedang sangat menggantungkan doanya pada kekuatan kekuasaan cinta Allah kepada hamba-Nya.
Adik dari salah satu ayah saya sedang diuji oleh Allah untuk berada pada fase kritis.
Beliau divonis memiliki beberapa komplikasi penyakit di tubuhnya.
Tubuh yang sebenarnya dititipkan oleh Allah kepada kita dan tugas kitalah menjaganya.
Keluarga besar ayah saya saat ini sedang bergundah gurana untuk memutuskan setiap langkah dalam menjaga kondisi beliau.
Sungguh saya menyaksikan cinta Allah ada di tangan orang-orang terkasih yang dekat dengan beliau. 
Banyak sanak saudara yang tak berhenti meneteskan air mata sambil melanturkan doa untuk beliau 
Memang beliau tak bisa mengungkapkan apa-apa.
Tapi saya yakin bahwa beliau amat berterima kasih atas cinta dan balutan kasih sayang yang tiada henti menemani beliau di masa kritis ini.
Zikri adalah salah satu nama anak beliau dan ia adalah sepupu yang umurnya se-usia dengan saya.
Saya melihat langsung bagaimana Zikri memutuskan pulang disaat ia masih sedang membangun karir di Jakarta untuk kembali menjaga ayahanda tercinta.
Kali ini saya malu melihat cinta dan kekuatannya yang membuatnya begitu bisa mengambil segala resiko yang ada.
Sungguh saya belajar darinya.
Kali ini saya bertanya pada diri saya.
"Seberapa besar rasa cintamu pada orangtuamu?"
Jika besar, "apakah kau masih mau merantau diri lagi? "
Sesaat ketika mereka sakit dan kau jauh. "Apakah kau mampu terbang secepatnya melihat kesempatan terakhir dengan mereka?"
Ya, sungguh saya sangat merasa pertanyaan itu mengguncang pundak saya secara tiba-tiba.
Sungguh saya terpukul dan mencoba berhenti sesaat memikirkan masa depan saya.
Tuhan, "Apakah ini yang ingin kau tunjukkan kepadaku?"
"Apakah dengan cara lain aku tak bisa membantah sehingga hal ini yang ingin kau perlihatkan padaku?"
Sungguh Allah punya rencana akan hal ini.
Sungguh Ia tau apa yang Ia kehendaki saat ini.
Dan saya ingin mengulang lagi dan mengulang lagi.
Bahwa cinta dan kekuatannya itu ada.
Dan seberapa besar pengorbanan yang akan kamu lakukan untuk mewujudkan cinta itu tetap terjaga
Tergantung dari dirimu sendiri.
Semoga saya semakin memiliki besar rasa cinta ini, besar cinta yang tak terukur satuan apapun dan besar tak terhitung rumus apapun.

Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa
Kasih ayah tak terhitung materi apapun
Hanya 1 hal yang bisa menggantikan kasih mereka
Berbakti dan mengabdi adalah balasan hadiah bagi kasih mereka padamu

Medan
Kamis, 22 Oktober 2015 





Senin, 12 Oktober 2015

Jogja dan Keramahannya

CERPEN
Jogja dan keramahannya
Coklat Souvenir Jogja


Tepat sebulan berada di jogja
Kota yang disebut istimewa untuk semua orang
Kota yang katanya memiliki setiap bagian romantis
Kota yang tiada henti hirup pikuknya hingga pagi menjelang

Senja di Pantai Parangtritis Jogja


Ku tuliskan cerita ini tepat sebelum ku berangkat meninggalkan kota ini
Bergetar menulis tulisan ini
Tak kuasa rasanya meninggalkan separuh hati ini di kota ini
Setiap pelabuhan yang kudatangi memang lah memiliki cerita tersendiri
Dan cerita kota ini adalah cerita impian untukku melanjutkan pengetahuanku
Namun sepertinya kota ini tak mau aku hanya mengambil sari ilmu kota ini
Ia seperti mengatakan
"Hai nak kembalilah ke kota ini kala kau merindukannya dan ingin sejenak duduk berlesahan mendengarkan alunan lagu jogja dari pemusik jalanan malioboro atau sekedar menikmati angkringan malam kota ini!"



Ya, akan ku tuliskan kota ini dalam peta hidupku
Ku ingin tetap mengingat kota ini sebagai kota impian untuk hidup sejenak

Tapi hidup memang harus berjalan
Maka tetaplah aku berada di niatku untuk melanjutkan sekolah walaupun tidak di kota ini

Ikon Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Aku menyerah melanjutkannya disini

Aku berpikir ada kota lain atau kotaku sendiri untuk melanjutkan sekolah
Terima kasih jogja
Terima kasih sudah menjagaku tetap baik selama disini
Terima kasih untuk keramahan setiap orang yang kutemui
Saat dimana aku bertanya maka jawaban akan kesediaan mengantarku adalah jawaban mereka



Terima kasih jogja
Sampai jumpa di lain kesempatan
Senang bisa berada disini
Senang pernah mengenal kota mu


Sebuah Cerpen Mengenai Ibu kota Indonesia

CERPEN 
Ibukota dan ceritanya

Bersabar menunggu Si Merah Trans Jakarta

Ibukota Jakarta. 
Siapa masyarakat Indonesia yang tak mengenalnya? 

Ibukota negara ini merupakan salah satu tempat bernaung jutaan pekerja, pelajar, pengusaha, pejabat dan berbagai tatanan masyarakat. Memutuskan merantau ke kota ini untuk sesaat bukanlah hal yang tepat. 

Kota ini sudah tak layak lagi membutuhkan perantau karna sudah terlalu banyak SDM yang berkarir disini. Bagi perantau, awalnya akan merasa sangat bangga bisa datang ke kota ini, namun bagi penghuni ibukota tak seharusnya ada pendatang baru lagi di kota ini. 

Setiap hari suasana lautan manusia begitu jelas terpampang nyata di setiap sudut jalan dan transportasi kota. Melawan hiruk pikuk lautan manusia untuk memperebutkan tempat berdiri di suatu transportasi itu sudah biasa. Sekali lagi tempat berdiri bukan tempat duduk. Bisa dikatakan hal itu sudah sebagai skill tambahan jika engkau berada disini. 

Semenjak berada disini, observasi kecil-kecilan pun saya lakukan. Mulai dari karakter penumpang transportasi hingga karakter penghuni perkantoran ibukota. Jika di kota saya masih bisa beramah tamah dengan penumpang di samping tempat duduk saya, tapi di Jakarta anda akan merasa sendiri di tengah keramaian individualis manusia ibukota. 

Adaptasi bagi perantau adalah sebuah tuntutan utama. Sempat di awal minggu bekerja saya mengalami adaptasi dan resilience yang buruk. Tak tau mungkin karena saya mengalami perubahan tiga tempat sekaligus dalam tahun ini. Maluku utara-Medan-Jakarta. Saya jalani tahun ini. Menjadikan Jakarta adalah akumulasi dari sistem imun saya yang sepertinya sudah mulai menurun. Tetapi tanpa saya sadari, Jakarta menjadikan pribadi saya lebih survive dan cepat dalam hal disiplin. 

Adapatasi perantau itu bisa terasa sedikit, demi sedikit. Minggu ke tiga bulan ini sudah mulai tiba. Semoga menjadi pekerja profesional di Jakarta tetap saya lakukan. 

Bagaimanapun setiap kota punya masalahnya masing-masing. Setiap kota juga memiliki keistimewaan masing-masing. Jakarta dengan sederet kehidupan individualis-nya. 
Namun Jakarta memiliki retorika dan historia Indonesia yang tak akan terlupakan oleh setiap generasi bangsa. Semoga si ibukota tetap memiliki cerita ramah, bagi setiap makhluk hidup di dalamnya.

Jakarta, Mei 2015

Bukan sekarang :)

Baiklah.. Aku masih disini
Masih duduk di atas sajadahku
Hmm.. Setelah menulis sebuah cerita di buku mimpiku ini
Akhirnya aku memutuskan untuk  sesuatu di blog ini

Sebuah pertanyaan yang terlintas di benakku

Apakah aku harus memulai sesuatu yang tidak dari dalam hatiku?
Aku tidak ingin sekali menyakiti hati orang lain
Hari ini aku sedang menyepakati diriku sendiri
Menyepakati diriku untuk menghadapi sebuah cinta

Kali ini aku dihadapkan oleh sebuah surat dari seorang lelaki
Surat yang sangat menyentuh bersajak puisi dan menggunakan analogi buah
Ia menuturkan kepadaku bahwa ibunda dan ayahnya dipertemukan oleh sebuah buah jambu
Hingga akhirnya ketika sang ibunda pergi, sang ayah selalu membawa buah jambu sebelum ia memejamkan mata di kala malam tiba

Surat itu begitu panjang dan sarat akan makna ketulusan hati
Akupun sungguh terpukau dan hanya bisa berkata "Apakah aku harus mencobanya?"
Sama dengan teman-teman yang lain
Akupun diminta untuk mencobanya

"Ayolah Siti, mencoba membuka hati tidak salah kan?"


Jujur sampai sekarang, aku masih ingin sendiri teman
Aku masih ingin melangkah sendiri
Aku ingin melakukannya sendiri
Aku ingin berteman dengan sepi ini sendiri
Toh ada kalian dan juga keluarga yang tetap selalu menemani

Sungguh hati ini tak bisa dipaksa sobat
Sungguh aku masih menjadi guru disini
Aku masih punya banyak tugas yang belum aku tuntaskan disini
Biarlah aku menyibukkan diri dulu
Melupakan rasa cinta hawa dan adam sejenak
Hingga nanti suatu saat aku bisa menemukan dirinya

"Orang yang tepat di waktu yang tepat"

Selasa, 14 Oktober 2014

Pohon dan Misterinya..

Pohon dan Misterinya..



Hari ini aku mengajarkan siswa kelas III pelajaran ilmu pengetahuan dengan materi ciri-ciri mahluk hidup. Dengan semangat kuajak anak-anak melihat kondisi kelas dan juga lingkungan diluar kelas mereka. 
Coba beritaukan ibu apa yang bisa kalian lihat di dalam kelas? 

Mereka satu persatu membisik ke aku dan berkata satu persatu benda yang ada di kelas. Ada juga yang sibuk memperhatikan apa yang di luar mereka bilang ada rumah, ada pohon, ada sapi, ayam, rumput, kotoran sapi, ibu guru yang berjalan, pak guru yang berdiri dan ada motor yang diparkir. Semua jawaban mereka ku simpan di dalam memori ku. Dengan tertawa geli sambil senang ku ingat dan kudengar jawaban mereka. Kemudian semua jawaban itu aku tuliskan ke dalam papan tulis yang sudah ku bagi menjadi dua, menjadi dua jenis benda yaitu benda hidup dan benda mati. Benda hidup dengan kata makhluk hidup. Kutuliskan satu persatu jawaban mereka di ujung papan secara acak, sambil ku ajak mereka berpikir kenapa aku menyuruh mereka melakukan ini. Dengan nada senang kukatakan bahwa kalian sekarang sedang belajar makhluk hidup dan penjelasan apa itu makhluk hidup dan ciri-cirinya. Setelah itu, aku meminta mereka memasukkan jawaban mereka ke dalam salah satu kolom, misalnya kata meja maka masuk ke dalam benda mati dan seterusnya. 

Hingga di satu kata mereka mengatakan bahwa pohon adalah benda mati? Dengan sigap aku bertanya kenapa pohon tidak termasuk makhluk hidup? 

Mereka mengatakan bahwa pohon tidak bergerak dan tidak makan, namun ada salah satu siswa ku bernama Fandi berkata

Fandi : "Eh pohon itu bergerak apalagi pohon beringin bu itu pohon swanggi *, dong bisa bergerak karena ada itu, ibu tara tau toh?"
Aku : "Apakah kamu pernah melihat pohon itu?" (sambil menahan tawaku)
Fandi :  "Belung* ibu tapi kakak kita bilang dorang* so lihat tu pohong

Begitulah celoteh dan jawaban pintar anakku, dan ku apresiasi jawabannya dengan tepukan, namun kemudian aku tertawa dan berkata bahwa setiap pohon itu tidak ada hantu di dalamny. Pohon bergerak bukan karena ada hantu tetapi karena pohon termasuk jenis tumbuhan dan tumbuhan adalah makhluk hidup yang bergerak sama seperti hewan dan manusia namun pohon bergerak tidak terlihat oleh mata. Pohon bergerak perlahan-perlahan dari mulai akar hingga batangnya dan pohon juga menyerap air dari sumber hara dari tanah dibantu cahaya matahari untuk diproses menjadi sumber makanan yang disebut fotosintesis. 

"Dan bisa tetap anda bayangkan wajah Fandi?"

Ia tetap tidak percaya dan berkata

Fandi : "ibu harus lihat sendiri!"

Aku menyetujui tantangan Fandi dan kukatakan akan melihat pohon itu setelah pulang sekolah. Dan Fandi sangat bangga dengan jawabannya. 

Aku senang memiliki siswa yang punya prinsip yang tak mudah terpatahkan, semoga kau bisa terus punya sikap idealisme seperti itu ya nak hingga kau dewasa nanti dan hingga kau menjadi penggerak negeri ini.

Kosakata bahasa Maluku pasar
*swanggi : hantu
*dorang : mereka
*belung : belum


Jagoan Sainstisku dari tanah saruma..

Saddam adalah namanya. 
Saat ini ia duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Tepat bulan desember tahun lalu aku mengenalnya di antara puluhan siswa di sekolah penempatanku. SDN Papaloang, Halmahera Selatan. Perilaku Saddam sama halnya dengan anak yang lainnya. Ia selalu suka bermain, bercanda apalagi bermain tebak-tebakan. Perilaku usilnya kepada teman sering kali aku temukan di kala istirahat maupun pulang sekolah. Tak jarang adik kelas menangis karnanya. Namun, dibalik canda dan tawanya ada sebuah cerita yang tak pernah akan hilang dari kehidupannya. Sadam sejak kecil mengalami patah tulang kaki yang cukup parah. Ia tak mampu berjalan dengan tegap dan tak mampu berdiri lama dengan kokoh. 

Ya, kaki kiri Sadam memiliki postur lebih rendah dari kaki kanannya. Kaki kirinya mengalami pertumbuhan yang tidak normal karena kejadian yang menimpahnya saat usia balita. Saat itu Sadam diminta orangtuanya mengambil kelapa di atas pohon dan betapa naasnya ia tak mampu turun dengan kaki menompah tanah. Tubuhnya jatuh dari pohon kelapa dan membuat salah satu kakinya patah. Keterbatasan biaya menjadikan orangtuanya hanya mampu memberi pengobatan sendiri tanpa ada tindakan para medis kepada Sadam. 

Memang benar Sadam memiliki fisik yang berbeda dengan temannya akan tetapi jangan pernah sekali-kali meremehkan kecerdasannya. Sadam adalah jagoan saintis yang aku banggakan sejak menjadi guru disini. Hobinya membaca buku pengetahuan alam baik itu buku mengenai biografi para saintis, buku IPA dan juga komik Kuark yang berkutat mengenai dunia sains membuatnya kelihatan bersinar diantara teman lainnya. Saat teman lain asik bermain di kala perpustakaan sekolah terbuka atau saat belajar malam di rumahku maka Sadam tak pernah menyiakan saat-saat itu. Aku sendiri pernah mengikut sertakan ia dalam kegiatan Kalbe Junior Sains bersama temannya dalam penemuan buah malaka yang berguna untuk dijadikan Lem. Walaupun tak memperoleh juara bagiku Sadam sudah sangat luar biasa diusianya. Tak berhenti disana ia juga sudah sering masuk kedalam babak semi final Olimpiade Sains Kuark tingkat kabupaten pada tahun 2013 dan 2014. Sadam juga selalu menjadi perwakilan sekolah dalam perlombaan cerdas cermat maupun olimpiade sains nasional kabupaten.  

Dan kau tau apa cita-citanya? “Saya pe cita-cita jadi dokter bu” ujar Juara kelas ini. Tak hanya perlombaan, Sadam memang aktif dalam kegiatan dokter kecil di sekolah. Dokter kecil merupakan esktrakulikuler yang dinisiasi oleh pengajar muda pertama dengan para guru dan diperuntukkan untuk para siswa yang memiliki prilaku menolong yang tinggi, para dokter kecil ini dengan sigap akan menolong temannya jika ada yang terluka saat bermain bola. Walaupun Sadam tak bisa bermain bola sama dengan teman lainnya namun ia merasa memiliki percaya diri yang tinggi karena mampu mengobati teman yang sedang bermain bola. Sadam adalah salah satu calon saintis yang akan ku yakini menjadi penerus pemimpin bangsa ini. Ia membuktikan padaku bahwa fisik yang sempurna bukan indikator keberhasilan seseorang anak manusia. Belajar dari hal yang kita sukai, mencintai hal itu dan menjadikannya sebuah keahlian yang akhirnya membuat kita berbeda dari orang lain adalah hal yang aku pelajar dari Sadam. “Ibu, bolehkah ke rumah ibu, mo pinjam buku komik sains, besok tong* kasih pulang toh?” begitulah yang selalu ia tanyakan padaku setiap pulang sekolah. Semoga tak hanya berhenti saat ini sobat. Kau telah ku nobatkan sebagai jagoan. Jagoan saintis ku dari tanah saruma.

*tong = kita

Sabtu, 17 Mei 2014

Pasukan Pantang Mundur



There is a new family here
They are friends, brothers and sisters here
There is always something good story that the hardest thing to know:

Although sometimes the dynamics of the group is always there but 5 months together made me better understand what the meaning timworking and family should be built in to solve a variety of things here.

The biggest appreciation for us is if we are able to accomplish this task until the end.
Make sure all experience is the best teacher and the learning process for us

Thank you Sister, friends and family by "rocking Kalsel Rowing Squad"

* Photo above is friends and family Young Educator Force 7 South Halmahera 

Rabu, 14 Mei 2014

Sistem Imun Dari Mereka

Hari ini aku semakin menjadi kuat karena mereka. 

Aku pikir aku akan berhenti dan menyerah sampain disini. 

Banyak hal yang kupikir tak akan bisa aku selesaikan disini. 

Terselesaikan? 

Hahaha.. aku bukan datang kesini menjadi seorang pahlawan di toko kartun Marvels atau menjadi cat woman. 

Namun, hari ini aku malah semakin kuat untuk bisa menyelesaikan tugas ini. Memang aku butuh waktu yang lebih fleksibel dengan mereka agar aku bisa memahami mereka.

Terima kasih para remajaku, para murid kelas 6. Gunung saudara menjadikan kita semakin memiliki rasa persaudaraan itu. Nama gunung itu bukan simbol semata, makna gunung itu kini menjadi lencana diriku agar tetap berada di samping kalian hingga tugas ini selesai. Terima kasih sekali lagi ibu ucapkan. 

Dan aku sebut mereka sebagai salah satu komponen sistem Imun penyemangatku di sini.












Minggu, 23 Februari 2014

INI BUKAN SEKEDAR LOMBA SAINS SEMATA

Antara menegangkan dan membanggakan bisa ikut mengadakan event ini untuk ke-4 kalinya di Halmahera Selatan Puji syukur sekali telah memberikan kami kesehatan dan kekompakkan pastinya hingga kami bisa menyelesaikan tugas pertama atau first project kami. 


Ya, alhamdulilah yang tak terhingga hari ini pelaksanaan Olimpiade sains kuark atau disingkat OSK 2014 telah selesai dilaksanakan serempak pada pukul 07.30 hingga 12.00 WIT. Mendatangkan kurang lebih 425 peserta se-halsel adalah hal yang diluar prediksi kami. Diawali dari membuka pendaftaran yang memang terteknisi dengan baik. Kemudian pendaftaran yang seharusnya sudah ditutup tapi masih diberi kesempatan oleh pihak OSK untuk mengikutinya. Hahaha,, memang project ini luar biasa. 

Bagiku sendiri ini proyek ku yang bisa aku bilang benar-benar sangat kacau. Aku diberi amanah sebagai tim koordinator pendamping dinas untuk OSK di Halsel tapi cukup aku akui aku masih banyak kekurangan di berbagai hal. Kurangnya keseriusan aku untuk mempersiapkan ini semua seperti akhirnya aku menuai hasil yang memang harus begini. Bagiku ini pembelajaran yang amat berarti, bertanya dan jangan malu untuk belajar adalah hal yang amat aku peroleh dari proses pelaksanaan OSK di Halsel ini. Apalagi saat aku harus memulai pembukaan pendaftaran dan melakukan input data dari seluruh sekolah Halsel itu cukup mengalami banyak kesalahan, hasil kerja aku bisa dibilang berada dalam rentang nilai SB = Sangat buruk. Banyak sekali kekasalahan nama, level, kelas serta nama sekolah yang telah aku input dan akhirnya data itulah yang aku kirimkan ke pihak OSK pusat. Well, how about the result? Today is the time to what my result, hahaha. Aku menagcaukan beberapa hal dalam registrasi sehingga membingungkan pihak registrasi mengenai hal ini. Tapi memang hal ini juga dipengaruhi faktor lain teman, aku akui bahwa pendaftaran peserta lomba OSK ini diberikan secara percuma alias free, sehingga aku dan teman-teman berasumsi bahwa pihak sekolah ketika pendaftaran sesuka hati mengganti dan menyalahkan pihak dinas bahwa mereka sebenarnya sudah mengirimkan nama siswa mereka namun tidak ada dalam pendaftaran. Yah, cukup miris atau ini kah gambaran suatu hal yang jika diberikan secara percuma?

Bagi kami pengajar muda Halsel ini adalah acara pertama dan terakhir kami dalam mengadakan OSK di Indonesia. Ya, kapan lagi kami bisa mengadakan ini?. Secara aku sendiri bukan dari bidang pendidikan dan tak mungkin bisa mengadakan hal ini di luar dari tugasku sebagai pengajar muda. Pengajar muda yang selalu akan luluh hatinya ketika melihat semangat dan antusiasme wajah-wajah kecil muridnya, walaupun kami orang baru disini, walaupun ada berbagai tugas yang kami lakukan disini, ini semua untuk mereka. Untuk meningkatkan mutu pendidikan disini, untuk memberi rasa yang berbeda dalam dunia pendidikan bagi peri-peri kecil di ujung negeri ini.

Terima kasih anak-anak hebat di Halsel, melihat kalian bertanding dan melemparkan selembar kertas berbentuk pesawat ke minatur monas saat penutupan OSK ini menjadikan kami semakin yakin bahwa bangsa ini masih punya banyak generasi hebat dari Sabang hingga Merauke. Semangat kalian aku bawa untuk anak-anak di daerah aku nanti. 

Ya, ini bukan lomba sains semata, ini adalah pertandingan bagi para guru dan seluruh masyarakat bahwa acara seperti ini harus selalu ada agar jiwa kompetisi itu akan terasah dalam diri mereka. Belajar bahwa kalah dan menang adalah hal yang harus dilalui dalam sebuah kompetisi.


Sabtu, 15 Februari 2014

Jam 12 malam itu....

Kamis tanggal 13 Januari 2014 tepatnya pukul 14.00 WIT, aku berangkat dari desaku menuju ke kota untuk bertemu pihak dinas pendidikan daerah kabupaten Halmahera Selatan. Deras hujan melanda kota Labuha, aku terjebak di kantor dinas. Berteduh di bawah gedung dinas menunggu awan putih menyapa dibalik awan gemuruh hujan deras ini. Satu jam berlalu, berdiri di halaman depan kantor ini membuat ku menjadi sorotan, jaket Indonesia Mengajar-ku menyilaukan mereka. Para staff dinas melewatiku dengan senyuman dan teguran sapa sambil berjabat tangan denganku. Pengajar muda memang sangat familiar di kalangan dinas pendidikan Halsel. Aku sendiri sangat beruntung berada di kabupaten ini, dengan semangat perubahan dan kemajuan pendidikan mereka yang tinggi, ini dibuktikan dengan banyaknya program yang diinisiasi dinas untuk pendidikan dan salah satu program yang pantas diapresiasi adalah program Gerakan Desa Cerdas (GDC) Halsel.

Mungkin aku tak akan bicara banyak mengenai program dinas kabupaten Halsel sendiri, aku hanya ingin bercerita di malam hari tanggal 13 Januari itu. Hari itu aku memutuskan untuk tidak pulang karena hujan tak kunjung reda hingga malam. Aku mencoba menghubungi orang tua piaraku* melalui kakak piaraku, namun hasilnya nilhil. Kegemuruhan hujan dan angin membuat signal telekomunikasi tidak bisa aktif disana. Aku tetap mengirimkan SMS kepada kakak piaraku, karena paling tidak ketika sinyal komunikasi sudah membaik maka sms aku akan tersampaikan kepada mereka.

Jam 10 aku memutuskan untuk tidur di bascamp kami di kota Labuha. Tanpa membawa baju tidur, ku atur kasur di kamar dan ku tutup mata untuk menutup hari ini.

Dua jam aku tertidur lelap, hingga akhirnya suara itu datang, suara itu amat aku kenal, terdengar saung kemudian akhirnya sangat jelas di jendela kamar. "Ibu Siti, ibu Siti, bangun, bangun" seseorang dari arah jendela. Aku mencoba menarik bantalku kemudian aku merengutkan kepalaku dan terjaga dari tidurku, aku berkata "apakah ini mimpi? ujarku. " Ibu Siti, buka pintunya" ujarnya. Aku sigap berdiri, terpaku dan mencoba membuka mataku agar tertuju pada seseorang di jendela yang memintaku membuka pintu bascamp. Kau tau siapa? Ia adalah mama piaraku. Beliau datang dari desaku yang berkisar 45 menit dari kota Labuha menggunakan oto* tetangga di desa dan merenjemputku di kota.

Sungguh tak terbayangkan beliau menungguku dan terjaga untuk tidak tidur dan memutuskan menjemputku ke kota karena tak kuasa mendengar aku tidur sendiri di bascamp kami di kota. dari desaku ke kota kita bisa menggunakan transportasi darat, seperti ojek atau oto sendiri.

Aku hanya bisa tersenyum heran dan tertawa sendiri melihat ini semua, orang tua angkatku sangat luar biasa cemasnya mendengar aku sendiri tidur di kota. Aku ga bisa berkata apa-apa di oto* tetanggaku. Aku hanya bisa berkata terima kasih sambil tertawa kecil karena aku pasti merepotkan mereka. Sepanjang jalan orangtua angkatku, adik angkatku serta tetanggaku bercerita proses mereka menjemputku disini. Aku hanya berkata dalam diri bahwa mereka sangat menghormati dan sangat peduli dengan orang baru di sekitar mereka. Aku mengerti betapa leganya mereka ketika aku sudah tiba di rumah dan istirahat bersama dengan mereka. Memang kelihatan mereka sangat berlebihan dengan keputusan mereka menjemputku, mereka masih beranggapan dan percaya akan adanya mistis yang menimpaku jikalau aku sendiri di bascamp. Musim ini atau bulan ini bagi mereka adalah musim murka atau musim banyaknya pembunuhan.

Namun di balik ini semua bagiku kejadian ini memberi arti betapa kedekatan batin yang terjalin membuat menjadikan kita selalu ingin menjaga walaupun baru sesaat kita mengenal satu sama lain. Jam 12 malam itu, jam 12 yang semakin mengingatkan aku betapa berharganya aku di mata mereka. Jam 12 malam itu, jam 12 yang akan selalu aku ingat seumur hidupku bahwa nantinya saat aku sudah menjadi orang tua aku akan tetap memastikan anak ku untuk tetap berisitirahat bersama dan membuang kekhawatiran layaknya orangtua. 

Terima kasih mama, papa, kakak dan adik piaraku desa Papaloang
Hari itu menjadi salah satu hari semakin sayangnya aku pada kalian <3 p="">
The authentic love is come from the unknown way where u cant imagine it before
And it's happenned to me today, I'm fall in love with them

note:
*piara = angkat
*oto = mobil

Sabtu, 18 Januari 2014

Cerita siswa kecil ku

Hari ini tanggal 16 januari 2014, halmahera selatan. Hari ketiga ku mengajar aktif di sekolah. Flashback setelah menyelesaikan proyek pertamaku yaitu lomba peringatan maulid nabi dengan para remaja desa, aku bertekad untuk menyeimbangkan tugasku kembali sebagai guru sekolah dasar disini. Bagiku murid adalah unsur terpenting dalam proses transfer ilmu. Tanpa siswa maka sekolah ibarat suatu susunan kalimat sempurna yang hanya memiliki subjek dan predikat saja tanpa ada unsur objek di dalamnya. Kembali lagi ke topik beberapa kejadian sekolah dan siswaku, harus aku akui bahwa beberapa hari yang lalu aku masih menyianyakan waktu kedatanganku ke sekolah, aku hanya bersantai dengan secangkir teh dan kue pagi di rumah tanpa mencoba menerka apakah murid-muridku sudah masuk ke sekolah dengan tepat waktu. Hingga hari ini tiba, kaki ku tersentak terbangun dan melangkah lebih cepat untuk keluar rumah. Pagi sebelumnya di sekolah aku merasa amat kecewa dengan diriku karena banyak siswa yang belum hadir ke sekolah terutama karena alasan mengkuti rangkaian lomba yang remaja dan aku adakan di desa kami. Aku sangat merasa gagal saat itu, apalagi sang kepala sekolah memberikan pernyataan agar aku mampu mengajak anak-anak pergi ke sekolah dengan tepat waktu atau kalau bahasa maluku utaranya “so sampai tempo kiturang bersekolah”. Pagi ini ku jemput mereka satu persatu di rumahnya, bertegur sapa dengan para orangtua, mencoba mengingat satu persatau lokasi rumah siswa-siswa kecilku, dan mengingat nama panggilan mereka di rumah dan di sekolah yang berbeda, hahahha ^__^. 


Memang aku seperti orang cuek sebelumnya hanya sekedar tau anak-anak yang tinggal berdampingan dengan rumahku saja, dan memang aku jujur dengan kurangnya interaksiku dengan orang tua lainnya. Dengan memulai menyapa tetangga, beberapa langkah menuju ke rumah siswaku ada si kecil Sani kelas III, di depan rumah ada si kecil Jul kelas I, kemudian aku berjalan dan menyapa pagi rumah iswandi dan yanti dan siswa lainnya.
Hingga di satu titik rumah, di rumah terakhir aku menemukan dua cerita yang sangat menyentuku hari ini. Setelah mempersuasi siswa untuk bersemangat ke sekolah akhirnya aku merasa terpukul saat metode ini tak bisa ku terapkan ke siswa yang aku miliki sendiri yaitu siswa laki-laki kecilku kelas III bernama Kevin. Ku lihat dari jauh dia sudah berpakaian rapi dengan tas di bahunya untuk turun ke sekolah, tapi saat ia melihatku ia menangkap signal bahwa aku akan memarahinya karena belum pergi bersekolah, hingga akhirnya ia pergi dan kembali lagi ke pohon mangga bersama seorang teman SLTP yang menemaninya pagi itu. Ku coba untuk bertemunya secara langsung, tapi apa daya ia hanya berlari dan bersembunyi di semak rumput hutan dan tak menjawab sapaanku padanya. Bagiku itu hanya sesuatu permulaan dimana aku harus memiliki banya effort untuk lebih memahaminya dan mengajaknya untuk tetap bersekolah daripada hanya sekedar mencari mangga. Ku coba untuk berinteraksi jauh darinya dengan mengatakan bahwa “kalau kevin ke sekolah kita membuat sebuah permainan baru di sekolah”. 


Namun, kevin hanya menjawab dengan senyuman tanpa perkataan iya. Ku ayunkan langkah untuk turun saja ke sekolah dan siapa menyangka nenek kevin menyapaku di pertengahan jalan. Ya, aku bertemu dengan nenek kevin. Dan siapa menyangka dalam waktu sesingkat pertemuan di tengah jalan itu nenek bercerita bagaimana ia mencoba mendidik cucunya agar tetap belajar dan bersekolah walaupun ia sendiri disibukkan dengan pekerjaan kebun yang tak kunjung usai hingga sore hari. Bagiku nenek kevin merupakan peran besar dalam mendidik kevin sejak orangtua kevin berpisah. Tapi diakhir cerita nenek mengutarakan bahwa terkadang ia selelu memukul kevin jika kevin berbohong dan tidak mau belajar. Baginya anak maluku memang haru dipukul dan dihukum fisik jika mereka bandel hingga akhirnya memukul menjadi unsur penting dalam metode pengasuhan orang tua di Halsel. Kembali ke kevin, memang sering berulah dengan kenakalannya, ia kerap berkata bahwa ia sering mengaji ke rumah seoarang guru di daerah “Lao” yang kalau diartikan ke daerah bawah desa, namun kenyataannya kevin bermain dan malah asik mencari mangga di kebun daripada mengaji. Aku mencoba mengajak nenek untuk lebih memahami kevin sebagai anak kecil dan tak seharusnya ia selalu memberikan hukuman fisik ke kevin dan aku malah mencoba mengajak nenek untuk mencari hal lain yang bisa membuat kevin tidak mengulang perbuatannya, seperti tidak diberikan uang jajan atau tidak boleh keluar rumah jika ia tetap tidak bersekolah atau malas belajar. Hari ini aku memang gagal membujuk si kecil kevin untuk masuk ke ruangan kelas di atas itu, aku gagal meyakinkannya bahwa belajar itu menyenangkan dan lebih asik daripada sekedar mencari mangga di hutan. Satu pelajaran untuk refleksi diri ku hari ini, memang saat ini aku belum bisa mengajaknya untuk mengikuti pelajaran di kelas tapi paling tidak aku sudah menunjukkan kepada kevin bahwa aku adalah guru yang mengetahui kesenangannya di luar jam pelajaran, guru yang mau berkeliling hutan desa untuk mencarinya demi memberikan secercah ilmu hari ini.



Dua hari berlalu, sekarang adalah hari sabtu tanggal 19 januari. Hari ini aku berencana melakukan kegiatan pramuka bersama anak-anak. Beberapa kelas hari ini memang tidak memiliki jadwal pelajaran, namun sebaliknya kelas lima dan kelas tingkat bawah, mereka belajar beberapa pelajaran hari ini. Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan kegiatan pramuka saat semua kelas telah selesai pelajaran. Tepat pukul 11.00 WIT, aku mengajak anak-anak untuk berlatih upacara pramuka, dengan mempersiapkan pasukan pemimpin upacara, pembaca Dwi satya dan pasukan pembawa bendera. Aku menjadi pembina upacara. Sulit ternyata mengatur siswa-siswa dari berbagai kelas itu, aku memberikan instruksi untuk membuat lingaidkran besar namun masih ada saja yang keluar dari lingkaran kemudian masuk kembali seakan mereka tida merespon serius makna dari sebuah "upacara". Aku mencoba untuk memberikan pengarahan bahwa siapa yang ingin bergabung untuk belajar pramuka hari ini maka tidak bisa keluar masuk lingkaran sesuka hati mereka. Dan hingga akhirnya ada beberapa siswa yang mengambil keputusan untuk keluar dan aku tetap semangat melanjutkan upacara. 




Selesai upacara saatnya aku mengajak anak-anak bermain berbagai permainan, dan saat itulah aku melihat kevin. Kevin ada disana ?! aku tak melihatnya saat melakukan proses upacara. Ya, kevin hadir dan ikut bergabung dalam permainan "Patung pancoran" dan "Komunikata". Ia tertawa padaku, menyapaku dan berkata aku senang main permainan ini. Dan satu hal lagi, ia menunjukkan suatu hal kepadaku. Ia berkata bahwa kemarin ia jatuh dari pohon mangga dan ia ingin aku mengobatinya dengan kotak P3K yang kupunya di tas.

Aku senang kevin ada disini, dia hadir dan menyapaku walaupun itu tak di kelas. Bagiku lapangan ini juga tempat ia belajar, dan tempat aku belajar untuk lebih mengenalnya. Yang aku tau kevin adalah anak yang pintar dan sering memperoleh juara. Aku sebagai gurunya akan tetap meningkatkan semangat dan prestasinya. Kevin "terima kasih, telah hadir dan mempercayai ibu mengobati lukamu".

To be continued “Cerita-cerita anak-anaku di halmahera”

Minggu, 12 Januari 2014

Ini desa dan kampung ketigaku "PAPALOANG" Halmahera Selatan


Ini desaku baruku, penyambutan penuh makna dengan senyuman mereka. 
Let's say "Welcome to Papaloang Ibu Siti"





Senin, 06 Januari 2014

Camp Indonesia Mengajar

IT"S ABOUT DEPLOYMENT ANNOUNCEMENT

Hari yang amat ditunggu semua CPM pastinya,,, apa itu? Ya, hari pengumuman penempatan. Kami pagi ini akan menerima surat penempatan daerah, sungguh seperti mimpi baru dua minggu disini ternyata tak terasa ini minggu ketiga dan hari itu tiba. Tak ada yang terlambat berkumpul di pagi itu, semua tertawa bersama menyanyikan lagu “Love” dan tarian “Papatomopapa” ala india bersama. Tak terpancar ku lihat aura kecemasan dan ketegangan dari sudut mata dan postur tubuh kami semua. Menunuju detik itu kami saling melakukan refleksi diri, flashback kembali bagaimana kami bisa mendaftar "Indonesia Mengajar" dan sampai menjadi keluarga besar disini, sungguh itu amat menyayat hati dan membuyar pikiran dan membendungkan air mata. 
Yah,, sebentar lagi kami akan menerima surat itu, satu persatu nama kami disebut , dan aku berkumpul bersama 8 anggota tim yang akan bersama melewati satu tahun itu, satu tahun luar biasa menjadi guru di negeri ini. Ya,, aku dan teman satu tim akan bersama di Halmahera Selatan. Yah,,, ujung negeri ini telah menungguku, aku yang berasal dari ujung barat akan berlabuh ke ujung timur negeri ini. Terima kasih Indonesia Mengajar, sebentar lagi kau akan memperkenalkan aku satu sisi terbaik negeri ini, tempat yang penuh keceriaan, kehangatan dan semangat para siswa disana. Halmahera Selatan 4 minggu lagi kami akan datang menginjakkan kaki di pasir pantai, meniup aura laut, dan menyentuh dedaunan kelapa serta menyebar benih yang telah kami persiapkan selama 7 minggu ini untuk mereka yang menunggu kami disana.

Oh yah hari ini kami juga,,, Yeh,,, We have finished our First mission CPM 7. Alhamdulilah aku dan teman-teman CPM 7 berhasil menyelasikan satu tugas amanah kami dalam training di ITCC ini. Kami melaksanakan sebuah kegiatan untuk anak-anak SD se-jatiluhur  Jawa Barat sebanyak 200 anak. Kebanyang ga sih? Hahahha,,, seru banget bekerjasama dengan para pemuda-pemudi terbaik bangsa ini. Yah,, walaupun aku sebagai koordinator konsumsi belum bisa dikatakan berhasil tapi aku yakin bahwa ini semua proses aku belajar banyak untuk berkoordinasi dengan anggota lain yaitu teman yang lain. Terima kasih CPM 7 telah mengajarkan ku banyak hal, tanpa kalian mungkin aku tak bisa mengasah diriku menjadi pribadi pemimpin ke depan.

Jumat, 26 April 2013

Every Children Is Special Children "As Like U and Me"

Children was born for Being a Happy Person, a Special Person and a Proudy Person for their Surroundings.
As LIke U And Me, We come growth up from children like all children in this world.  No Matter what kind of ur physical or psychis now, it's just a special thing that God's Gift and U have to Save it And Make it become ur Uniqely Characteristics ^^



This Picture is on of My Therapist Child, He was 9 years old with Mental Intelligence disability Namely "Down Syndrome",
Since I become Asistant therapy, I was surprised when I know he wanna study with A Puppet Doll that he called "Gery" I take a some photo with him ,, U can see How happy his face to take the picture with his favorite Puppet doll that always company him during his study in Children Development Center.

The other my cute child in therapist,,


And this my naughty and handsome child that I ever seen,, He also very attracted to see the camera, And once infomation from him, He ever become the favorite consisatant of Modeling competition in Party of My campus event for special child who stay from Medan,, Two thumbs up for Him,, I proudly See his talent, wish u become A gergous Model in the future. ^^


This also my cute boy,, Although he is one of chil with PDD syndrome but he really interesting with alphabet and Numberist,,, He always like game about number and u can"t distrub him when he played that game,, Really miss him,,


This is my boy with PDD and ADD syndrome,, But U must know,, he really like to kiss everyone in therapist,, Wkkkkwkk,, I like his smile , the little smile that makes ur world more wonderful than before ^^








Did u ever hold and huge with many special child?
Did u know they have many talents more than normal child?

They born because they like sweet candies in this world,, Hold and give a huge with them Wanna makes ur Life more Lovely and Sweety, becasuse from their smile u will found the meaning to gratitude in Ur life,, The world is Special for ALL SPECIAL Children ^^

MENU BLOG SITI

Daftar Blog Saya

Followers