Facebook Badge

Senin, 21 Maret 2016

Sendiri itu lebih baik


Berkeliling, melihat dan menginjakkan kaki di tempat baru walaupun hanya satu jam adalah hal yang sangat aku senangi. Berkelana sendiri dengan umur se-usia ini memang terkadang menjadi pertanyaan berbagai kalangan keluarga, sahabat, teman kerja dan juga orang lain.

"Rahmah, kapan kita dapat baju panitia dari nikahan kamu?" Begitulah ungkapan dari sanak saudara jika berkumpul di suatu acara misalnya.

Sungguh aku selalu menjawab dengan senyuman setiap pertanyaan mereka. Aku pribadi juga kadang tertawa dengan diriku sendiri kenapa ya masih suka banget jalan sendiri seusia ini. Mari para cewek yang masih single kita tertawa sebanyak mungkin karena hanya tertawa dan menjawab semua pertanyaan dengan lelucon adalah skill yang harus kita miliki sekarang. Usia 26 ini dan masih memutuskan untuk melanjutkan kuliah magister di salah satu kampus negeri ini menjadikan orang-orang di sekitar saya pun tak henti-hentinya menggelengkan kepala dengan keputusan saya ini.

"Mau usia berapa nikah?" Begitulah kurang lebih ucapan mereka.

Lagi dan lagi saya hanya menjawabnya dengan lelucon dan senyuman ter-manis yang saya miliki karena konon kata orang saya punya senyuman manis yang membuat setiap orang akan senang melihatnya dibandingkan saya berbicara *narsis sedikit boleh ya. Kalau saya ulur cerita cinta saya sudah hampir tiga tahun sepertinya saya terakhir kali menjalin hubungan dengan seorang pria *noted pria ya, tenang saya masih normal kok. Kemudian selesai kuliah saya memutuskan bekerja dan setelah itu saya pun mendapatkan pekerjaan yang selalu berada diluar daerah asal saya maka jadilah saya menikmati setiap tempat baru di negeri ini. Hingga akhirnya saya pun tahun ini masih tetap memutuskan untuk melanjutkan sekolah di luar kota kelahiran saya dan keluar dari pekerjaan karena juga masih ingin memenuhi hasrat berkelana ini. Dan jadilah saya masih bersekolah di ibukota negeri ini. 

Jujur, Sendiri atau single itu bagi saya adalah sebuah freedom. Dulu kalau saya memiliki hubungan dengan seseorang saya suka diskraktsi dan mengabiskan banyak energi untuk menyeimbangkan cara berpikir dia dan saya. Padahal kalau dipikir apa sih pacaran itu sekarang, ya ampun menghabiskan energi sekali baru saya sadari sekarang. Karenanya saya senang bertemu dengan orang-orang baru saling bertukar cerita tanpa perlu harus takut jatuh hati. 

Bisa dibilang saya mematikan perasaan. Siapa bilang single itu ga punya perasaan dan pandangan untuk menikah. Saya ada, tapi itu dia, saya belum menemukan perasaan itu di dalam peti diri saya. Mungkin hal itu pernah tercecer di gudang dalam diri saya dan saya sedang meraba mencarinya kembali. 

"Ketemu banyak lelaki?" Tentu saja saya ketemu dan berinteraksi dengan banyak lelaki

Banyak ikut kegiatan sosial, di pekerjaan dan juga teman-teman baru tentunya saya sering bertemu banyak laki-laki. Apalagi kalau soal memilah laki-laki sudah pasti keluarga saya sudah berulang kali mencoba memberikan opsi laki-laki pada saya. Namun saya tetap tidak berkeingan mencoba hal tersebut. Bukan maksud untuk memilih teman atau punya kriteria yang tinggi. Namun mungkin selama ini saya melihat diri saya bisa melakukan apapun sehingga terkadang tidak butuh sosok lelaki. Menyetir mobil, mengangkat galon air, membawa tas carrier 60 L atau koper dengan berat 15 kg kemana saja ketika hendak berpergian, pulang ngantor jam 12 malam atau kegiatan yang sebenarnya tak layak dilakukan perempuan pun sudah saya lakukan sendiri. Memang benar saya tipe cewek yang androgini yaitu tipe kepribadian yang bisa melakukan kegiatan maskulin alias kegiatan laki-laki dan juga kegiatan yang bisa dilakukan wanita atau feminism

Ya, saya tidak tau hal ini akan berubah sampai kapan. Saya pribadi yakin dengan jodoh yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Namun saya masih meragukan rasa cinta dalam diri saya. Mungkin saat ini saya masih akan fokus ke dalam studi yang sudah saya tentukan. Masih dibiayai oleh orangtua adalah alasan mengapa saya masih ingin berutang budi dengan belajar sebaiknya disini daripada mementingkan tuntutan perkembangan di usia saya yang biasa disebut dengan "Menikah". Hanya ingin menjalankan keinginan terbesar ini dulu setelah ini selesai pun saya masih punya hutang bagaimana membahagiakan orangtua saya tanpa harus membalas materi mereka.

Ya, saya masih memutuskan sendiri. Memutuskan untuk menjaga dan memantaskan diri saya dulu. Siapapun yang ingin mendekat memang saya beri kesempatan namun namanya juga kesempatan pasti ada masa kadarluarsanya alias expired-nya. Saya juga tak yakin para pria itu sabar menunggunya. Malam ini saya sedang berjanji pada diri saya untuk meluruskan niat dan melupakan hasrat duniawi ini. Kalau memang hanya ingin memenuhi kebutuhan seksual maka sudah dari dua atau tiga tahun yang lalu saya menikah. Tapi bukan saya orangnya jika berpikiran seperti itu. Karenanya saya tak mau ter-lena akan setiap pertanyaan orang, akan setiap argumen orang mengenai usia dan pernikahan. Saya yakin dan percaya bahwa jodoh saya sedang menunggu saya. Siapapun dia dan dimanapun dia berada.

Sekarang saya hanya ingin sendiri. Menulis impian saya. Membuatnya menjadi nyata dan berbakti kepada orangtua. Hanya itu keinginan si single satu ini.

Hidup perlu dinikmati dan dijalani bukan hanya selalu dipikirkan.

Tidak ada komentar:

MENU BLOG SITI

Daftar Blog Saya

Followers